Pages

Ads 468x60px

Selasa, 03 Mei 2011

Avatar The Legend

Click to view another photos...

Indonesia dan negara-negara dunia ketiga lainnya dipastikan akan menjadi pihak yang sangat rentan terkena dampak dari perubahan iklim itu. Padahal negara-negara dunia ketiga bukanlah negara penghasil emisi gas rumah kaca (GRK) penyebab pemanasan global dan perubahan iklim. Emisi GRK terbesar justru dihasilkan oleh negara-negara kaya seperti Amerika Serikat (AS). Satu orang AS menghasilkan efek emisi sebanding dengan 17 orang Maladewa, 19 orang India, 30 orang Pakistan, 49 orang Sri Langka, 107 orang Bangladesh, 134 orang Bhutan dan 269 orang Nepal. Lantas, adilkah bila rakyat di negara-negara berkembang nanti harus menjadi korban dari perubahan iklim?

Ketidakdilan itu sebenarnya telah diusahakan untuk dikoreksi oleh Protokol Kyoto dengan mengadopsi prinsip 'common but differentiated responsibilities', yaitu prinsip tanggung jawab bersama namun dengan beban yang berbeda-beda. Konsekuensinya, protokol tersebut mewajibakan negara-negara maju yang tergabung dalam negara Annex-1 untuk untuk mengurangi emisi GRK-nya rata-rata sebesar 5,2% dari tingkat emisi 1990 selama periode tahun 2008 - 2012.

Avatar: “Pandora” Benar-benar Ada!

Bagi yang sudah nonton Avatar, tentu masih tau dengan Avatar’s ‘Floating Peaks’ alias gunung dan tebing yang mengapung di angkasa. Sebuah pemandangan menakjubkan yang mungkin tidak akan dilihat di dunia nyata. Tapi jangan salah, keajaiban alam itu bisa kita lihat di China, tepatnya di Zhangjiajie National Forest Park dengna nama Southern Sky Column.

Neytiri (Zoe Saldana) dan Jake Sully (Sam Worthington) di Avatar

Sejak menjadi salah satu background utama film yang mengalahkan Titanic di Box Office itu, Southern Sky Column berubah nama menjadi Avatar Hallelujah Mountain.
Dalam situs resminya, Zhangjiajie National Forest Park memanfaatkan demam film Avatar untuk memperkenalkan Southern Sky Column dengan slogan “Pandora is far but Zhangjiajie is near”.

Floating Peaks di Pandora (Avatar)
Baca juga: Resensi film Avatar

Keaslian Foto Jenazah Osama Diragukan

Liputan6.com, New York: Di tengah gegap gempita menyambut kabar kematian Osama bin Laden, sebuah situs terkemuka di Amerika Serikat justru meragukan foto jenazah mayat Osama yang beredar luas.

Keaslian Foto Jenazah Osama Diragukan
MSNBC mewartakan, Senin (2/5), gambar yang beredar di internet dan ditampilkan pada beberapa program berita televisi luar negeri dimaksudkan untuk menunjukkan mayat Osama bin Laden. Namun, tidak ada pejabat AS atau Pakistan yang menegaskan keasliannya. Direktur multimedia situs MSNBC pun menjelaskan bagaiman trik komputer bisa memanipulasi gambar.

"Berdasarkan tampilan awal di file gambar, kami berpikir bahwa gambar itu palsu. Pada pandangan pertama, sekitar area "luka" Osama tampak terlihat aneh. Selain itu, kurangnya transisi warna antara kain yang berwarna berbeda dan daging menunjukkan bahwa gambar telah dimanipulasi. Sekitar jenggot, mulut dan hidung menunjukkan kepada kita bahwa gambar yang beredar di web dan beberapa televisi asing adalah palsu," katanya.

Sebelumnya, dua pejabat AS memang telah memperingatkan bahwa gambar jasad Osama adalah tipuan atau ilustrasi. Hingga saat ini, Amerika Serikat belum mau menunjukkan gambar asli jenazah Osama.

Ancaman Bom Nuklir Osama Hantui Eropa

Headline
Osama Bin Laden - IST
INILAH.COM, Jakarta - Publik Eropa menduga, salah satu penyebab tidak tertangkapnya Osama Bin Laden karena ada ancaman bahwa bom atom (nuklir) bakal diledakkan di Eropa jika Osama ditangkap pihak Barat.
Osama adalah orang paling dicari pihak AS/Barat karena aksi terorismenya begitu meresahkan. Beberapa analis menyebut perang melawan terorisme adalah perang dunia keempat, yang sangat menguras energi dan melelahkan.
Amerika Serikat bahkan harus menyerang Afghanistan dan Irak untuk menghabisi Al Qaeda dan teroris kakap lainnya, namun akibatnya justru kebangkrutan ekonomi menerjang AS. Sementara para teroris itu justru dipandang sebagai ‘hero’ bagi rakyat Irak atau Afghanistan dalam menentang invasi Barat.
Sebenarnya Barat dan kubu Osama sudah sama lelahnya dalam ‘pertikaian panjang’ ini, namun mereka harus berpacu siapa yang bakal kalah. Keyakinan Samuel Huntington mengenai perang peradaban terbukti ada kebenarannya dalam kasus Barat versus terorisme ini, yang untuk sementara masih ‘draw’ atau sama kuatnya.
Para analis meyakini, mungkin inilah yang menjadi alasan mengapa Osama bin Laden tidak juga tertangkap hingga kini. Sebab kelompok teroris yang sebenarnya, telah menyembunyikan bom nuklir di Eropa dan akan diledakkan jika ia ditangkap atau dibunuh.